Minggu, 28 Juni 2015

Andai Saya Presiden









Visi dan Misi jika saya menjadi Presiden :

1. Memberlakukan Syariat Islam di Indonesia

2. Memberantas korupsi sampai ke akarnya

3. Menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan masyarakat Indonesia

4. Tidak membiarkan perusahaan asing merajalela di Indonesia

5. Memberdayakan produk Indonesia sampai terkenal di dunia

6. Memberdayakan lokasi wisata yang berpotensi untuk memajukan Indonesia

7. Mengatasi masalah banjir yang tak kunjung selesai

8. Menyediakan lahan hijau atau taman di setiap kota, agar dapat mengurangi polusi

9. Membatasi kendaraan bermotor

10. Menyediakan pendidikan gratis sampai tingkat kuliah

11. Menyediakan beasiswa untuk pelajar/mahasiswa yang berprestasi

12. Mensejahterakan guru/pengajar

13. Mensejahterakan rakyat Indonesia

14. Bersatu dengan kepala negara lain agar dapat menciptakan kedamaian di dunia



Strategi agar Indonesia maju :

1. Seluruh industri dan perusahaan harus dimiliki dan dikeloal pemerintah daerah

2. Bagi yang tidak mau sekolah atau tidak menyekolahkan anaknya harus dihukum

3. Tidak boleh mengirim TKI untuk tenaga buruh dan pembantu

4. Hanya tenaga kerja profesional saja yang boleh dikirm ke luar negeri

5. Hasil bumi tidak boleh dijual ke luar negeri, harus digunaka dulu oleh rakyat Indonesia

6. Pendidikan wajib sampai S1 digratiskan

7. Seluruh pelayanan umum tidak dipungut biaya

8. Hukum mati bagi para koruptor

9. Lakanakan wajib militer agar lebih mencintai negara Indonesia

10. Hentikan pemborosan dalam berpolitik













Kamis, 18 Juni 2015

Social Entrepreneurship


Mungkin belum banyak yang pernah mendengar istilah social entrepreneurship. Menurut salah satu aktivis gerakan IDEAFEST (gerakan kebangkitan kreatif untuk perubahan), Rene Suhardono, atau kewirausahaan sosial social entrepreneurship mempunyai ide dasar untuk menuntaskan problem sosial secara berkelanjutan dengan cara bisnis.

"Supaya bantuan itu sustain (berkelanjutan) harus didukung bisnis. Tetap mencari profit, tapi economic value-nya enggak terlalu banyak, tapi lebih banyak ke social value-nya," jelas Rene yang juga seorang penulis buku dan social entrepreneur, dalam acara jumpa pers acara "Kick Off IDEAFEST 2015" di Jakarta, Rabu (1/4/2015).Menurut pendiri IDEAFEST Bernhard Soebiakto, keberadaan social entrepreneur di Indonesia masih minim. Padahal, kata dia, dengan hadirnya semangat tersebut dapat menjawab tantangan dan kondisi sosial di berbagai sektor, seperti misalnya pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, transportasi.

"Problem kita ini banyak sekali, makanya masyarakat harus gerak, karena pemerintah saja enggak akan cukup. Kita punya power melalui kreativitas dengan usaha bikin social enterprise, maka akan selesai masalahnya," kata Bernhard dalam acara yang sama.

Menyadari hal tersebut, IDEAFEST menyelenggarakan festival dengan tema "Creativity with Purpose" di Jakarta Convention Center, 7-8 Agustus mendatang. Selain itu, perbedaan besar di tahun ini adalah mereka akan mengadakan kompetisi bertajuk "IDEAS FOR INDONESIA" yang akan dibuka pendaftarannya dari 1 April- 15 Mei 2015.Bernhard berharap dengan kompetisi ini maka semangat social enterprise di kalangan anak muda (umur) di Indonesia bisa meningkat.

"Ini sudah tahun ketiga untuk festival IDEAFEST. Kami adakan dua tahun sekali. Kalau kompetisi ini baru yang pertama kami adakan, tujuannya untuk gagasan-gagasan yang bagus tidak hanya sekedar wacana saja," ujar Bernhard.

Program inkubasi

Menurut Bernhard nantinya, para peserta akan ditantang untuk memikirkan solusi dari permasalahan sosial dalam bentuk model bisnis social enterprise. Nantinya, hanya akan ada tiga finalis utama yang berhak mendapatkan dana social project dengan total Rp 200 juta.

"Selain seed funding nanti tiga finalis tersebut akan masuk inkubasi selama 4-6 bulan dan kunjungan ke Inggris untuk memajukan kewirausahaan sosial yang berdampak di Indonesia. Lalu ada mentoring sama kita setiap hari untuk memastikan program mereka itu jalan," kata Bernhard. Dalam acara yang sama, presenter ternama, Andy F Noya mengatakan, dengan kegiatan ini maka kreativitas dan ide sosial anak muda yang kerap terbentur masalah modal bisa terealisasi.

"Kreativitas tinggi anak-anak muda kita sering terbentur dengan perwujudannya. Gagasan ini jangan dijerumuskan, seringkali kreativitas yang dibantu investasi oleh orang yang ingin profit saja, jadinya eksploitasi," kata Andy.Para peserta akan diuji ide-idenya oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, pembawa acara "Kick Andy", Andy F Noya, dan CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Veronica Colondam. Kompetisi ini bisa diikuti oleh kelompok atau perseorangan, mulai dari umur 21 hingga 50 tahun.

Menurut salah satu aktivis IDEAFEST yang bertanggung jawab untuk kompetisi, Chaerany Putri, para peserta akan dipertemukan dengan para investor setelah masuk inkubasi."Setelah dana 66,6 juta per orang, para tiga finalis akan dipertemukan dengan para investor. Ide/bisnis yang bisa ikut tidak harus yang sudah jalan, bisa juga yang belum. Untuk Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui www.ideafest.id," kata Putri.


Sumber Referensi :


Minggu, 07 Juni 2015

Disiplin & Tepat Waktu



Berbicara soal disiplin biasanya dikaitkan dengan pemenuhan aturan, terutama sekali pemanfatan waktu. Seseorang kita sebut disiplin apabila mengerjakan tugas dan pekerjaan yang diembannya dengan tepat pada waktunya. Contoh lainnya, seseorang dikategorikan disiplin dalam berlalu-lintas apabila dijalanan mematuhi segenap rambu-rambu lalulintas yang telah digariskan.

Islam mengajarkan bahwa menghargai waktu lebih utama sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Asr  103 ; ayat 1-3 yang artinya, “ Demi waktu, sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.”

Bahkan setiap hari kita diingatkan dengan apa yang disebut Shalat lima waktu, Betapa waktu sangat tertata, itu semua dihadirkan oleh Allah SWT, salah satunya adalah pengingat betapa ketepatan waktu dalam aktivitas adalah sesuatu yang mutlak adanya.

Hidup yang tertib dan teratur sangat menentukan sukses atau tidaknya seseorang dalam mengelola waktu secara disiplin. Oleh karena itu seorang muslim yang baik seyogyanya memanfaatkan waktu secara optimal semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Bukan kuantitas waktu itu yang jadi soal, melainkan apa yang kita kerjakan pada waktu yang sama. Sebab, ada orang yang dalam waktu24 jam mampu mengurus negara dan mengorkestrasi jutaan orang dalam satu gerak dan nafas pembangunan.

Karena itu untuk menumbuhkan etos kedisiplinan dalam diri kita dibutuhkan manajemen waktu agar kualitas diri kita dapat meningkat. Dan itu semua dapat dilakukan sedemikian rupa serta mampu mengatur waktu yang 24 jam itu untuk semua urusan. Biar cepat, efisien, dan selamat. Sudah lazim kita dengar pameo mengatakan, “alon-alon asal kelakon.”

Barangkali d iera yang kompetitif seperti ini, pameo itu sudah terasa usang.  Terlalu statis. Pameo itu dapat kita dinamisasikanlagi. Kalau bisa cepatdan efisien, mengapa harus dibuat lambat. Fiman Allah SWT dalam surah 94:ayat 7 yang artinya, “Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras(untuk urusan yang lain).”

Jika saja kita benar-benar hidup berdisiplin, maka jalan usaha dan kerja sebagai perwujudan beribadah kepada Allah akan selalu mendapat keridhaan serta kemudahan dari pada-Nya. Bukan oleh orang lain, akan tetapi hasil usaha kita sendiri. “ora et labora”  bekerja dan berdo’a yang harus kita gaungkan. Apabila kita ingin meraih sukses bangun dari tidurmu, lebih dulu dari ayam berkokok pada pagi hari. Maka marilah kita mulai dari sekarang dan dari diri sendiri. Kalau belum bisa sekaligus, marilah kita biasakan sedikit demi sedikit, dicicil, tapi rutin.

Itu tentu akan lebih baik ketimbang melakukan semua usaha kedisiplinan akan tetapi hanya sesaat setelah itu kembali hidup seperti semula. Bekerja dengan tergesa-gesa tidak lebih baik dari bekerja secara terprogram secara sistematik dapat membuahkan hasil yang lebih baik pula.



Sumber Referensi :


Selasa, 02 Juni 2015

Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)


Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)



MASA  DEPAN INDONESIA  BARU DIMULAI

Semangat membuncah untuk membangunkan Indonesia dari tidur berkepanjangan atas ancaman praktik korupsi akan selalu menggelora, KPK akan selalu di garda terdepan.

Selama tahun 2014, KPK telah berhasil melaksanakan   misi   yang   diemban   dalam rangka  mencapai  tujuan  dan  sasaran  yang telah ditetapkan. Keberhasilan KPK ini diukur berdasarkan pencapaian sasaran strategis dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, pada berbagai perspektif balanced scorecard. Dengan rujukan hasil penilaian kinerja pada gambar berikut, capaian kinerja KPK di tingkat korporat tahun 2014 adalah sebesar 105,6 %, yang diperoleh dari Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder) dengan bobot (weight) 30% dan capaian kinerja 104,2%, Perspektif Internal dengan bobot 40% dan capaian kinerja 121,8%, Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning and Growth) dengan bobot 15% dan capaian kinerja 70,9%, dan Perspektif Keuangan (Financial) dengan bobot 15% dan capaian kinerja 100%.

Dalam balanced scorecard, terdapat hubungan sebab-akibat antara sasaran strategis yang ingin dicapai pada perspektif stakeholder dengan perspektif di bawahnya. Perspektif stakeholder menggambarkan apa (impact atau outcome) yang akan diberikan organisasi kepada para stakeholder. Kemudian, pada perspektif internal terlihat apa (bisnis proses) yang akan dilakukan organisasi agar sasaran strategis pada perspektif stakeholder dapat tercapai.

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terkait evaluasi publik mengenai kinerja berbagai institusi pasca-17 tahun reformasi berjalan.Dalam hasil survei tersebut memperlihatkan, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), adalah lembaga yang paling tinggi meraih level kepuasan publik.Peneliti Poltracking Hanta Yuda menjelaskan tingkat kepuasan publik pada KPK dan TNI, jauh melebihi tingkat kepuasan publik pada lembaga lain, seperti DPR, Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemilihan Umum, dan Polri.

"Berdasarkan penilaian responden terhadap kinerja KPK di Indonesia, sebanyak 69,4 persen menyatakan puas. Hanya 23,1 persen yang menyatakan tidak puas. Sebanyak 7,5 responden menyatakan tidak tahu," kata Hanta Yuda di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Sementara itu, lanjutnya, berdasarkan kinerja TNI di Indonesia, sebanyak 67,9 persen responden menyatakan puas, hanya 20,7 persen yang menyatakan tidak puas. Sebanyak 11,4 persen menyatakan tidak tahu.

Dia juga mengatakan, kepuasan publik terhadap KPK disebabkan gebrakan dalam keberhasilan mengungkap kasus-kasus besar, seperti skandal korupsi para pejabat setingkat menteri, maupun menyeret para anggota dewan yang tersangkut korupsi ke pengadilan. Selain itu, karena KPK berani melakukan operasi tangkap tangan. "Sementara TNI, disebabkan kerja mereka yang konkret dalam penanganan bencana, dalam kecelakaan AirAsia, serta perlindungan kedaulatan negara, dari isu terorisme, hingga separatisme," ungkapnya.

Survei yang dilakukan pada periode 23-31 Maret 2015, melibatkan 1.200 responden, yang merupakan warga negara Indonesia, yang berusia minimal 17 tahun, dan bukan anggota TNI/Polri. Metode pengumpulan data adalah wawancara responden secara tatap muka menggunakan kuesioner. Ada pun margin of error dalam survei ini sebesar lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Sumber Referensi :


http://www.kpk.go.id/id/publikasi/laporan-akuntabilitas-kinerja



Kinerja Tentara Nasional Indonesia (TNI)


Mabes TNI kembai menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2014, sebagai sarana komunikasi, bertukar informasi para Pimpinan agar dicapai satu kesatuan, tindakan serta evaluasi program kerja dan kinerja organisasi TNI. Rapim tahun 2014 berlangsung selama empat hari mulai tanggal 8, 9, 10 dan 13 Januari 2014, yang dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap.

"Selain itu, Rapim ini juga diarahkan untuk membangun kesatuan persepsi para Pimpinan TNI, sehingga pelaksanaan tugas TNI tahun 2014 dapat berjalan sesuai arah kebijakan pimpinan dan dapat mencapai hasil yang optimal," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (8/1/2014).

 "Tema yang diangkat dalam Rapim TNI 2014 adalah 'kita mantapkan profesionalitas TNI dalam menjaga stabilitas kedaulatan dan keutuhan NKRI'," katanya.Iskandar menyebutkan, tujuan Rapim TNI yaitu untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas TNI bidang pembinaan kekuatan, mengindentifikasi permasalahan dan kendala yang dihadapi baik dari aspek fungsi-fungsi maupun mekanisme antara unsur perencanaan dan unsur pelaksana operasi.

"Menajamkan prosedur dan mekanisme hubungan kerja antara Mabes TNI dan Angkatan/Kotama, menemukan simpul-simpul dan kendala serta solusi dalam pelaksanaan tugas TNI di masa yang akan datang, memberikan informasi tentang kondisi dan ketentuan yang berlaku berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas TNI tahun 2014, menyampaikan Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI Tahun 2014 dalam rangka pembinaan kekuatan dan kemampuan serta penggunaan dan gelar kekuatan TNI, serta penyiapan satuan TNI untuk tugas-tugas pada tahun 2014," jelasnya.

 Untuk diketahui, Rapim TNI diikuti oleh 229 Pejabat jajaran Mabes TNI dan Mabes Angkatan. Adapun garis besar kegiatan dalam Rapim TNI tahun 2014 meliputi: hari pertama, Rabu (8/1/2014) di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI dengan agenda Rapim antara lain Pembekalan Menhan RI, Meneg PPN/Kepala Bappenas, Menkeu, Mendagri dan dilanjutkan pembekalan dari Kasum TNI serta Kas Angkatan.

Sedangkan pada hari Kedua, Kamis (9/1) diisi dengan Pengarahan Presiden RI kepada peserta Rapim TNI dan Rakor Polri di Aula STIK, Jakarta. Disamping itu, Menkopolhukam pada kesempatan tersebut juga akan menyampaikan pembekalan kepada seluruh peserta.

Selanjutnya, pada hari Ketiga, Jumat (10/1) bertempat di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI diisi dengan paparan dan diskusi tentang BPJS oleh Dirut PT. Askes, evaluasi pelaksanaan operasi dalam negeri dan luar negeri tahun 2013, operasi pengamanan pengamanan wilayah perbatasan dan daerah rawan dan diakhiri penyampaian pokok-pokok Panglima TNI tahun 2014 serta arah kebijakan program dan anggaran tahun 2014.

Dan pada hari terakhir, Senin (13/1) dengan kegiatan penyampaian dokumen strategis pertahanan negara oleh Dirjen Strahan Kemhan RI dilanjutkan dengan paparan dan diskusi serta penyerahan hasil diskusi dan diakhiri penutupan Rapim TNI tahun 2014 di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap.


Sumber Referensi :




Sabtu, 02 Mei 2015

Hubungan Internasional Negara Indonesia dengan Negara Malaysia


Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.

Di masa sekarang tentu tidak ada negara yang dapat berdiri sendiri. Salah satu faktor penyebab terjadinya hubungan internasional adalah kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata. Hal tersebut mendorong kerjasamaantar negara dan antar individu yang tunduk pada hukum yang dianut negaranya masing-masing. Hubungan internasional merupakan hubungan antar negara atau antarindividu dari negara yang berbeda-beda, baik berupa hubungan politis, budaya, ekonomi, ataupun hankam.

Hubungan antara Indonesia dan Malaysia beberapa kali mengalami pasang surut. Sebagai dua negara yang bertetangga, bahkan sering disebut negara serumpun, potensi kerjasama maupun potensi konflik antar dua negara tersebut besar.

Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, antara Indonesia dan Malaysia menjalin hubungan dengan mengadakan pertukaran pelajar setiap tahunnya.

Bidang Ekonomi

Banyaknya investor-investor dari Malaysia yang berinvestasi di Indonesia telah membantu pemerintah Indonesia di dalam mengentaskan pengangguran. Investor dari Malaysia banyak menanamkan investasinya dalam industri perkebunan kelapa sawit. Hal ini tentu menguntungkan bagi kedua belah pihak. Selain itu, di Malaysia juga banyak di tempatkannya Tenaga Kerja dari Indonesia yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), petugas medis, pekerja bangunan serta tenaga profesional lainnya.

Hubungan di bidang ekonomi, pihak Malaysia banyak yang menanamkan investasinya di Indonesia. Sehingga dapat mengurangi pengangguran di Indonesia. Bentuk investasi itu misalnya dengan adanya industri perkebunan kelapa sawit. Selain itu, banyak tenaga kerja Indonesia yang ditempatkan di Malaysia sebagai petugas medis pekerja bangunan serta tenaga profesional. Hal tersebut tentu sangat menguntungkan kedua belah pihak.

Dampak positif :

- Memperluas lapangan kerja di Indonesia
- Indonesia mendapakan pemasukan negara

Dampak negatif :

- Jika perjanjian dilanggar oleh salah satu pihak, maka dapat menimbulkan perselisihan.

Konflik yang sering terjadi pada akhir-akhir ini antara negara Indonesia dengan Negara Malaysia yaitu terkait bidang kebudayaan. Salah satu konflik yang terjadi antara negara Indonesia dan Malaysia dalam bidang kebudayaan yaitu mengenai rencana “penta’rifannya” terhadap tarian Tor-tor dan alat musik Gordang Sambilan, yang dikemukakan Datuk Sri Rais Yatim dalam pertemuyannya dengan paguyuban Mandailing Malaysia. Penta’rifan tersebut diartikan oleh kelompok tertentu sebagai pengkaliman Malaysia terhadap budaya asal mandailing tersebut, sehingga menimbulkan berbagai aksi protes dan kecaman dari berbagai golongan masyarakat Indonesia.

Padahal istilah “penta’rifan” asal kata dari bahasa Arab “arafa” artinya pengenalan atau sosialisasi bukan klaim seperti dianggap oleh kelompok masyarakat tertentu. Kesalahpahaman informasi tersebut begitu cepat beredar di media massa dan apalagi  dunia maya hingga dengan sangat cepat pula menyebar berita terkait keberbagai kalangan masyarakat dengan beragam pula persepsinya yang direalisasikan dalam beragam pula tindakannya.

Dari berbagai permasalahan itu, kesan umum yang berkernbang di Indonesia adalah bahwa Malaysia adalah negara yang semakin arogan, menginjak wibawa Indonesia dan tidak pantas balas budi. Di media bahkan disarankan bahwa untuk mendapatkan kembali respek Malaysia terhadap Indonesia, seharusnya Indonesia tidak segan-segan melakukan konfrontasi separti zaman Sukarno ataupun meningkatkan kemampuan tempur. Tidak sedikit yang menyarankan bahwa sudah saatnya Malaysia diberi pelajaran dari kesemena-menaan kebijakan mereka.

Masyarakat Indonesia harus dapat menghadapi masalah ini dengan tenang dan mempercayakan penyeselesaiannya di lakukan oleh Pemerintah. Kenapa harus tenang karena di Malaysia orang-orang keturunan Indonesia yang menetap dan membawa kebudayaan Indonesia serta melestarikannya. Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia tidak dapat menyalahkan seratus persen pengklaiman negara Malaysia tersebut.

Sumber Referensi



Minggu, 08 Maret 2015

Komnas HAM: Penangkapan Bambang Widjojanto pelanggaran HAM

Mata Kuliah               : Pendidikan Kewarganegaraan

Dosen                        : Cucu Cahyati

Artikel Tentang Hak Asasi Manusia (HAM)

Rabu, 4 Februari 2015




Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan terdapat pelanggaran HAM dalam penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Bambang Widjojanto oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.


"Ada abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dan penggunaan kekuasaan yang eksesif," kata Komisioner Komnas HAM Roichatul Aswidah di Jakarta, Rabu (4/2).

Roichatul mengatakan, proses penangkapan Bambang Widjojanto tak bisa dilepaskan dari penetapan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka tindak pidana korupsi oleh KPK.

"Kita melihat pada peristiwa-peristiwa sebelumnya (penetapan tersangka Budi Gunawan) dan tidak bisa dikatakan sebagai sebuah kebetulan," kata Roichatul.


Selain itu, Komnas HAM menilai ada penggunaan kekuasaan yang eksesif oleh Polri dalam proses penangkapan Bambang.

Roichatul mencontohkan adanya upaya penggunaan senjata laras panjang dalam proses penangkapan. Hal tersebut dibuktikan dari video rekaman proses penangkapan Bambang dari kepolisian.

Komnas HAM juga menilai ada pelanggaran dalam proses penangkapan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri dengan tidak mendahului dengan surat pemanggilan seperti yang tertuang dalam Peraturan Kepala Polri Nomor 14 Tahun 2012.


Penanganan perkara tersebut dinilai telah melampaui langkah yang seharusnya dan keluar dari praktik yang selama ini dilakukan oleh Polri.

Roi juga mengatakan Komnas HAM menyimpulkan penanganan proses terhadap Bambang dilakukan secara tidak jujur. "Penanganan proses perkara Bambang dilakukan dengan tidak jujur," kata Roichatul.

Komnas HAM mengeluarkan keputusan tersebut berdasarkan informasi dan data yang dikumpulkan oleh tim terhadap jajaran pimpinan KPK, Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti, Kabareskrim Irjen Pol Budi Waseso, dan sejumlah pakar lainnya.


Tujuan :


Tujuan saya menanggapi artikel tentang Penangkapan Bambang Widjojanto pelanggaran HAM, agar dapat mengurangi atau menghentikan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang ada di Indonesia. karena setiap manusia di dunia ini tanpa terkecuali memiliki hak masing - masing, tentu saja dengan kewajiban yang harus dilaksanakan secara seimbang dengan hak yang mereka dapat.

Tanggapan :

Menurut saya penangkapan Bambang Widjojanto melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), karena penangkapan tersebut tidak dengan menggunakan surat pemanggilan terhadap Bambang Widjojanto, melainkan dengan langsung menjemput paksa Bambang Widjojanto. Tentu saja hal ini melanggar Peraturan Kepala Polri Nomor 14 Tahun 2012.

Saya tidak mengerti apa yang mejadi motif penangkapan Bambang Widjojanto, apakah karena sedang terjadi kisruh antara KPK dengan POLRI. Bambang Widjojanto adalah wakil ketua KPK. Menurut saya Bambang Widjojanto harus terus maju dan tidak boleh gentar terhadap tuduhan apapun sebelum ada bukti yang nyata. Jika Bambang Widjojanto benar tidak melakukan kesalahan buat apa takut. Biar hukum yang memutuskan.

Semoga tidak terjadi lagi kasus mengenai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), karena setiap manusia di muka bumi ini mempunyai hak dan kewajibannya masing - masing. 








Minggu, 15 Februari 2015

Arsitektur dan Lingkungan, Ekologi Arsitektur, dan Bangunan Hemat Energi

Arsitektur berwawasan lingkungan sering juga disebut dengan “Arsitektur Ekologis” yang menjurus ke pembangunan yang memanfaatkan semua potensi yang berada di alam tanpa merusak atau mengganggu lingkungan sekitar.


Pembangunan harus melihat keadaan dan kondisi lingkungan sekitar dan iklim yang ada. Penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbaharu, memaksimalkan penggunaan tenaga matahari dan angin, serta pembangunan yang berorientasi kepada arah mata angin untuk menciptakan bukaan dan pencahayaan yang maksimal sehingga tidak terlalu menghabiskan energi seperti penggunaan listrik yang berlebihan.

Arsitektur ekologi itu sendiri mempunyai tiga prinsip yang harus diperhatikan yaitu; 1. Fluktuasi 2. Stratifikasi 3. Interdependence (saling ketergantungan).

Dasar-dasar ekologi arsitektur menjurus kepada penggunaan material hemat energi, penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan peka terhadap keadaan iklim. Sehingga tercipta sebuah desain yang bersifat go green.

Membahas tentang bangunan yang bersifat go green, sekarang ini seluruh dunia semarak mendesain dan membangun bangunan yang menerapkan konsep ini. berawal dari kesadaran akan mulai menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui maka para arsitek mendesain bangunan-bangunan yang memanfaatkan tenaga dari alam seperti matahari dan angin.


Bangunan hemat energy, Green construction atau konstruksi hijau adalah sebuah gerakan berkelanjutan yang mencita-citakan terciptanya konstruksi dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian produk konstruksi  yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian  energi dan sumber daya, serta berbiaya rendah.

Gerakan konstruksi hijau ini juga identik dengan sustainbilitas yang mengedepankan keseimbangan antara keuntungan jangka pendek terhadap resiko jangka panjang, dengan bentuk usaha  saat ini yang tidak merusak kesehatan, keamanan dan kesejahteraan masa depan.  Perencanaan konstruksi hijau ini menghasilkan  desain  sistem bangunan yang effisien dalam menggunakan  energi, menggunakan material yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dan digunakan kembali serta mendukung konsep efisiensi energi.

Pemilihan material  yang dapat diperbaharui,  di daur ulang dan digunakan kembali  diharapkan dapat meninggalkan jejak yang sesedikit mungkin pada lingkungan. Semua konsep keberpihakan terhadap lingkungan tersebut juga mempertimbangkan efektivitas biaya dan kemudahan pemeliharaan, sehingga memberikan keuntungan bagi para stake holder proses konstruksi tersebut. Aplikasi dari konstruksi hijau pada tahap perencanaan terlihat pada beberapa desain konstruksi yang memperoleh award   sebagai desain bangunan yang hemat energi, dimana sistem bangunan yang didesain dapat mengurangi pemakaian listrik untuk pencahayaan dan tata udara.

Selain itu berbagai terobosan baru dalam dunia konstruksi juga memperkenalkan berbagai material struktur yang saat ini menggunakan limbah sebagai salah satu komponennya, seperti pemakaian fly ash, silica fume pada beton siap pakai dan beton pra cetak. Selain itu terobosan sistem pelaksanaan konstruksi juga memperkenalkan material yang mengurangi ketergantungan dunia konstruksi pada pemakaian  material kayu sebagai perancah.

Di Indonesia sendiri memiliki standar-standar yang harus ada dalam bangunan hemat energi, yaitu:

SNI 6389:2011, Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung.
SNI 6390:2011, Konservasi energi tata udara bangunan gedung.
SNI 6197:2011, Konservasi energi pada sistem pencahayaan.
SNI 6196:2011, Prosedur audit energi pada bangunan gedung. 

GEDUNG HEMAT ENERGI DI DUNIA
PEARL RIVER TOWER
Pearl River Tower yang berdiri kokoh di Guangzhou, China, disebut sebagai salah satu arsitektur paling hemat energi di dunia. Dirancang oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Chicago, Skidmore, Owings & Merrill (SOM), tujuan awal dari desain Pearl River Tower adalah untuk membangun sebuah gedung hemat energi.

Bangunan megah itu mengonsumsi energi 60% lebih sedikit dari bangunan dengan ukuran serupa. Pearl River Tower memanfaatkan angin untuk memenuhi kebutuhan energinya, yang mengarahkan angin ke empat bukaan di lantai mekanik bangunan tersebut.

Selain mengemudikan turbin, angin yang ditarik juga diarahkan seluruh sistem ventilasi menara.

Sumber Referensi :